Mancing di Waduk Widas (Bening) Madiun

Mancing di waduk widas merupakan salah satu dari sebagian banyak pengalaman mancing yang pernah saya lakukan. Meskipun cara mancing saya masih dibilang pemula, 1364227706972tapi untuk urusan perjalanan mencari spot mancing sudah saya lakukan dari madiun,  ponorogo, saradan, solo, sampai dengan yang terjauh kota jogja. Yah memang belum banyak juga tempat yang saya uji cobakan untuk melempar lembing pancing saya 😛 . Untuk cerita dari setiap pengalaman saya di kota-kota tersebut nanti pasti akan saya ceritakan satu persatu. Kali ini mencoba cerita soal mancing di waduk widas yang terletak di saradan, madiun.

Sebenarnya waduk widas ini tempatnya enak banget buat refresing dan juga mancing, namun hasil pancingan di waduk ini tidak bisa diharapkan. Jumlah ikan sih tidak perlu ditanya, sangat banyak sekali. Namun dari kualitas ikannya sangat minimalis banget alias ikan-ikan kecil. Mulai dari nila, ikan louhan atau red devil, ikan gabus, ikan mujaer, tombro dan entahlah ikan apalagi yang menghuni waduk sebesar itu. Yang jelas kebanyakan yang dijual oleh para pedagang – pedagang ikan sepanjang jalan menuju waduk ialah ikan – ikan tersebut.

Rata-rata pemancing di waduk widas (bening) ini sudah sepi jikalau sudah jam mendekati waktu sholat maghrib atau sekitar pukuIMG-20130403-00180l 18.00 WIB. Soalnya saya pernah mencoba bertahan di waduk bening alias widas tersebut hingga pukul 18.30, dan yang terjadi adalah saya sendirian bersama teman saya di waduk tersebut dan rasanya sangat menyeramkan dan horror 😀 . Apalagi sudah ada peringatan dari si penjaga portal pintu masuk ke waduk, bagi yang berkendaraan roda 4 harus pulang sebelum jam 19.00 karena pintu portal keluar masuk waduk akan dikunci. Jadi para pemancing yang memake roda 4, memilih mengindap di waduk, atau pulang sebelum jam 19.00 WIB.

Yah daripada ditemani dengan gelapnya malam di waduk bening a.k.a waduk widas, mendingan segera ngacir pulang dan menikmati empuknya kasur dikamar. Yah bisa dibilang waduk widas ini bukan surganya pemancing, karena kualitas ikannya hanya sebesar 1-3 jari saja. Mancing disini bisa dibilang hanya refresing dan melepas kepenatan saja, kalau untuk ikannya tidak bisa diharapkan karena terlalu kecil-kecil. Kebanyakan ikan yang besar-besar susah dipancing karena berada di tengah waduk dan sudah banyak dijaring dan dijala oleh penduduk sekitar untuk dijual ataupun mereka konsumsi. Kalo sekedar mancing sambil refreshing tempat ini bisa dibilang oke, kalau mau cari ikan mending jangan disinilah tempatnya 😀 .

8 thoughts on “Mancing di Waduk Widas (Bening) Madiun

  1. Walah, aku jian muales nek dijak mancing Yu. Aku khan bosenan wonge hahaha..

    Tapi nek ngancani mancing sih gelem wae, tapi aku tak dolanan gejet wae Mancingo dewe. *sopo loh sing gelem ngejak aku? GR banget!* Haha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*